Uang.
Empat huruf yang satu ini bisa membuat segalanya berubah. Uang adalah
sarana untuk mencapai tujuan, namun seringkali uang menjadi tujuan
dengan bermacam-macam sarana. Naif? Sedikit. Memang sekarang semua perlu
uang, bahkan pis di tempat umum. Uang bukan segalanya, tapi segalanya
butuh uang.
Masalah uang juga bisa membuat hubungan kekeluargaan putus di tengah
jalan. Antara si kaya dan si kere, namun bagaimana jika si kaya adalah
saudara, atau si kere adalah kerabat?
Saya punya enam saudara (tiga saudara saya, dan tiga saudara istri).
Saya tidak tahu, apakah saya adalah si kaya, atau justru si kere? Namun
yang saya ingin adalah bahwa semua saudara saya menganggap saya saudara
(bukan cuma ipar, atau suami saudari, atau apalah). Saya ingin agar
semua saudara saya merasa nyaman untuk curhat kepada saya, meminta
bantuan saya, baik itu pemikiran, saran, maupun.. ya si kecil tadi. Uang.
Saya bersyukur, meskipun saya tidak selalu bisa membantu karena pasang
surut ekonomi, kami masih menjadi tempat curahan hati bagi
saudara-saudara kami tercinta. Meskipun jauh dimata, namun hati tetap
berpadu.
"Mas sayang kalian semua, Ratna, Wulan, Putri, Wahyu, Daffa, bahkan mbak
Yeni sekalipun..."
Betapa banyak di sekitar saya kakak adik namun sering sekali bertengkar
hanya karena masalah uang. Jangankan untuk meminta bantuan satu sama
lain disaat membutuhkan.
Dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena telah diberi pasangan
yang tidak membeda-bedakan saudara, perhatian kepada semua adik-adiknya
(dan kakaknya, tentu). Biarpun istri saya tidak secantik Aishwarya Rai,
tidak selangsing Tamara Bleszynski, tidak sekaya Paris Hilton, terima
kasih ya Allah.
Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang...


0 komentar:
Poskan Komentar