Tanggal 12 September kemarin, terjadi gempa di Propinsi Bengkulu. Gempa
sebesar 7,9 SR (Skala Richter) kali ini benar-benar merupakan gempa yang
membuat saya 'merinding disko' (meminjam istilah Ahmad Dhani waktu
Mamamia Show). Bagaimana tidak 'merinding disko', gempa kali ini
berlangsung cukup lama. Ada yang mengatakan sekitar 7 menit, namun saya
pribadi tidak membenarkan, juga tidak menyalahkan, karena saya tidak
sempat lagi menghitung waktunya.
Selain itu, getarannya yang dahsyat terasa jelas sekali meskipun saya
sudah lari dan berada di luar rumah. Saat gempa terjadi, saya dan
tetangga-tetangga lainnya berdiri di luar rumah. Ada pula yang dalam
posisi jongkok, namun tidak mengurangi syahdunya gempa kali ini. Saya
pribadi menghindari posisi jongkok. Bukan apa-apa, nanti dikira
mengambil kesempatan dalam kesempitan, melihat yang tidak terlihat. Hehe.
Rasanya saya seperti sedang berdiri diatas kapal ferry antar pulau,
dengan ayunan ombak yang tinggi kesana-kemari. Tak luput saya, istri,
adik ipar, dan semua tetangga mengucap apa saja yang bisa terucap.
Terlebih gempa datang saat waktu sekitar Maghrib, sehingga rasanya
semakin menambah kesan mencekam. Rasanya selama hampir empat tahun saya
bertugas disini, inilah gempa yang benar-benar tak bisa saya lupakan.
Kemudian listrik dipadamkan oleh PLN. Sebenarnya maksudnya baik, yakni
untuk menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi karena guncangan
gempa, seperti korsleting dan sebagainya. Namun ini malah memperburuk
suasana, karena aktivitas pasca gempa pertama tadi menjadi terhambat.
Terutama aktivitas-aktivitas penting untuk penyelamatan diri maupun
barang-barang berharga.
Kengerian bertambah seiring dengan peringatan BMG mengenai potensi
tsunami yang menyertai gempa tersebut. Ini sebenarnya cukup beralasan,
karena pusat gempa berada di lautan. Saya sendiri beserta keluarga tidak
terlalu ambil pusing dengan tsunami, karena lokasi rumah (sewaan, hehe)
saya rasanya cukup jauh dari garis pantai.
Terakhir, gempa menyebabkan gangguan pada sinyal SimPATI. Semua sms yang
dikirimkan macet, panggilan bahkan untuk sekedar cek pulsa tidak dapat
dilakukan. Walhasil, saudara-saudara dan terutama (alhamdulillah) banyak
kawan-kawan yang menanyakan kabar, panggilan mereka tidak dapat masuk
satupun. Ada gunanya juga punya dua nomor, karena ternyata XL Bebas
mampu mengirim/menerima sms, menerima panggilan maupun melakukan panggilan.
Inilah rasanya naik kapal ferry sebesar 7,9 SR...


0 komentar:
Poskan Komentar