Kamis, 20 Desember 2007

Symantec Endpoint Protection

Sejak pertengahan 2007, BPS tidak lagi menggunakan lisensi McAfee untuk
antivirusnya. Sebagai gantinya BPS membeli lisensi Symantec Endpoint
Protection (SEP, disingkat) versi 11.0. Diharapkan dengan antivirus baru
ini masalah virus yang ada akan dapat teratasi dengan baik. Apalagi
fasilitasnya segudang, dan tingkat keamanannya lebih bagus.

Well, singkat cerita di komputer yang biasanya digunakan untuk aplikasi
server pengolahan saya install SEP. Pertimbangannya, untuk komputer yang
digunakan sebagai tempat menyimpan data tentunya memerlukan keamanan
yang lebih dibandingkan dengan komputer yang hanya digunakan untuk
memasukkan data. Oleh karena itu komputer dengan aplikasi server lebih
saya utamakan daripada komputer dengan aplikasi client.

Karena sebelumnya sudah saya install AVG, maka mau tidak mau AVG saya
uninstall terlebih dahulu. Memang bisa juga sebenarnya menggunakan dua
(atau bahkan lebih!) antivirus dalam satu Windows, namun keefektifannya
tidak lantas meningkat menjadi dua kali lipat. Malah justru lebih banyak
sisi negatifnya. Setelah AVG sudah tidak ada lagi, barulah saya
menginstall SEP.

Namun ternyata efeknya tidak semudah yang digariskan pada teorinya.
Teori boleh hebat, aplikasi paling canggih dengan tingkat keamanan
tertinggi dan terintegrasi secara ketat dengan Windows. Prakteknya,
justru banyak yang kalah dari segi kenyamanan jika dibandingkan dengan
AVG. Sebenarnya penilaian ini bias juga, terutama karena saya tidak
mempunyai pengetahuan yang handal mengenai antivirus.

Pertama, installernya (sewaktu saya mencoba) kurang begitu mulus jika
sebelumnya pernah menginstall namun gagal karena satu dan lain hal. Pada
komputer pertama, installer berjalan mulus sampai pada proses restart.
Namun pada komputer berikutnya, installer tidak selesai dan kemudian
error. Baru setelah proses install ketiga, proses berakhir sukses.

Saya mengambil kesimpulan sendiri, apa mungkin karena komputer kedua
tadinya masih menggunakan IE 5 ya? Karena SEP minimal memerlukan IE 6
atau lebih, maka diupdate menjadi IE 6. Mungkin karena ini maka proses
installer agak terganggu, terutama di bagian XML Parser.

Kedua, Auto Threat Protect tidak akan aktif sebelum antivirus ini
diupdate. Jadi setelah diinstall, harus diupdate dulu. Padahal,
khususnya di Bengkulu, tidak semua bisa menikmati koneksi internet
langsung. Jadi sampai saat ini pun, fitur tersebut belum aktif karena
SEP belum diupdate. Padahal seharusnya bisa saja diaktifkan dahulu,
namun keluar peringatan. Bisa jadi ini juga salah satu trik pemasaran,
namun saya toh agak kurang 'sreg'.

Kenapa tidak diupdate saja?

Ketiga, file updatenya Masya Allah ukurannya teramat besar. Kira-kira
19Mb lebih. Di negara yang koneksi broadbandnya mahal seperti Indonesia
ini, apalagi di Bengkulu yang koneksi dial-up nya saja tidak merata ke
seluruh propinsi, tiap kilobyte-nya adalah sebuah perjuangan untuk
mendownloadnya. Jika sedang ramai, bahkan waktu untuk mendownload file
3Mb saja bisa mencapai satu jam. Paling cepat juga sekitar setengah jam.

Bisa Anda bayangkan, berapa lama waktu yang harus disediakan untuk
download update sedemikian besarnya. Sementara jika tidak diupdate fitur
tersebut tidak bisa diaktifkan.

Terakhir, rupanya SEP memfilter semua paket jaringan. Sehingga banyak
fitur-fitur yang terimbas karenanya, termasuk fitur favorit di jaringan
kami - File and Printer Sharing.

Saya begitu panik saat mengetahui semua aplikasi client Sistem
Pengolahan SBH07-BL mendadak tidak dapat digunakan. Jangankan untuk
memasukkan data, untuk koneksi dengan aplikasi servernya saja sudah
tidak bisa. Usut punya usut, ternyata SEP memfilter semua paket jaringan
yang masuk dan keluar. Bahkan untuk melihat komputer di Network
Neighborhood saja juga sudah difilter.

Saya otak-atik bagian setting-setting yang berkaitan, seperti enable
file and printer sharing, enable NetBIOS filter, mengganti Nerwork
Provider yang difilter, dan lain sebagainya yang saya rasa berkaitan.
Namun tetap saja kawan yang menggunakan aplikasi client mengatakan tidak
bisa koneksi, bahkan sekedar ping atau browse file sharing. Baru setelah
saya disable Network Threat Protect, dan ditunggu beberapa saat, proses
kembali lancar dan proses entry bisa kembali lanjut.

Uh, lebih baik pakai AVG saja...

2 komentar:

dewazildjian mengatakan...

pengalaman saya hampir sama tuch, SEP yang saya instal di pc LAN hanya satu saja yang aktif, clientnya tidak mau jalan juga gak mau update. berharap pakai SEP malah nyusahin.

Bagus M Nur S mengatakan...

Yup. 'Heavy duty' program.