Senin, 25 Juni 2007

Ngeblog dengan handphone, tergantung handphonenya

Berdasar pengalaman sendiri sih, ngeblog dengan handphone yang berbeda-beda akan mempengaruhi 'kepuasan ngeblog'. Kenapa? Well, bergantung pada kemampuan handphone juga.

Misalnya saja panjang postingan. Handphone berbasis Symbian akan mampu memposting lebih banyak dari handphone biasa. Belum lagi tidak bisa insert gambar. Dan masih banyak lagi.

Pendek kata, ngeblog lewat handphone masih hanya sebatas hiasan saja. Belum benar-benar ngeBlog!!

Bagus M Nur S - SonyEricsson W700i

Sabtu, 23 Juni 2007

TOEFL Prediction is not TOEFL yet?

Well, tidak semua daerah beruntung mempunyai tempat ujian TOEFL. Satu diantaranya, ya di Bengkulu ini. Oleh karena itu, ada TOEFL Prediction. Sesuai namanya, hasil TOEFL Prediction diakui sebagai perkiraan. Angka sesungguhnya masih harus melalui tes TOEFL asli.

Pertanyaannya, mengapa di Bengkulu belum ada tempat yang diakui sesuai standar? Bahkan UNIB (Universitas Bengkulu) pun masih sebatas prediksi saja.

Rabu, 20 Juni 2007

Bengkak yang ternyata ada

Mulai minggu lalu, saya merasa agak sedikit aneh kalau menelan makanan.
Apa saya sudah tidak cocok lagi makan nasi ya? Mungkin seharusnya
sekarang saya makan roti, pizza, dan bukan nasi, apalagi thiwul atau
gaplek. Hare gene makan gaplek? Beibeh! (becanda koq)

Lantas pada suatu ketika, tepatnya kemarin lusa sih... Pagi-pagi badan terasa
nggak gurih, nggak enak gitu. Bangun agak kurang pagi sedikit. Waduh
biyung! Kan upacara.. "Rasanya kasur kok nyaman sekali ya, baru kali ini
kasur terasa nyamaan sekali." Apa boleh berbuat, rasanya tidak bisa
untuk upacara. Oh yes, maksudnya, oh no gitu.

Berbekal hp, walaupun belum triji, dikirim sms untuk atasan bahwa saya
tidak dapat masuk karena sakit.

Masalahnya, "sakit apa?"

Dugaan pertama sih karena kecapekan, jadi agak diporsir sedikit
..istirahatnya. Kemudian biar segar, beli Nata de Coco dan masukkan
kulkas. Wah! "Hmm pasti segar.. gar.. gar.. rasanya meminum Nata de Coco
dingin campur es"

Eh, iya. Kan ada yang bengkak ya di bawah rahang? Jangan-jangan
gondongan, aduh gimana ya? Kok jadi agak sakit pas dipegang? Oh no.

Singkat cerita, sorenya saya ke dokter. Siapa tahu sakit karena jablai
ditinggal istri. Ketemu teman pula.

"Gus, lagi apa Gus? Sakit ya?"

Nggak, lagi beli cendol. Ya iyalah, sakit. Hehe, biasa, orang sakit kan
ga mood. Mana ngantrinya lama. Kalau sambil makan bakso, mungkin sudah
satu gerobak saya habiskan.

Periksa dikit. Nyuk.. nyuk.. "Buka mulutnya mas, julurkan lidah"

Wleek, dokter. Wleek.

"Wah, bener nih mas"

Gondongan?

"Ini radang mas. Amandelnya"

Alhamdulillah.. ternyata bukan gondongan. Lega rasanya mendengarnya,
tapi agak sedikit heran juga. Mengapa bisa radang, padahal belum pernah
ada sejarah amandel di diri saya? Dokter pun menjelaskan bahwa mungkin
karena cuaca yang sedang di musim pancaroba, jika sedang panas menjadi
panas sekali. Diberikan resep dan diberi pesan.

"Jangan makan yang banyak penyedap, dan yang dingin-dingin"

Lho? Terus Nata de Coco yang kubeli tadi?

Antara uang, adik, dan kakak

Uang.

Empat huruf yang satu ini bisa membuat segalanya berubah. Uang adalah
sarana untuk mencapai tujuan, namun seringkali uang menjadi tujuan
dengan bermacam-macam sarana. Naif? Sedikit. Memang sekarang semua perlu
uang, bahkan pis di tempat umum. Uang bukan segalanya, tapi segalanya
butuh uang.

Masalah uang juga bisa membuat hubungan kekeluargaan putus di tengah
jalan. Antara si kaya dan si kere, namun bagaimana jika si kaya adalah
saudara, atau si kere adalah kerabat?

Saya punya enam saudara (tiga saudara saya, dan tiga saudara istri).
Saya tidak tahu, apakah saya adalah si kaya, atau justru si kere? Namun
yang saya ingin adalah bahwa semua saudara saya menganggap saya saudara
(bukan cuma ipar, atau suami saudari, atau apalah). Saya ingin agar
semua saudara saya merasa nyaman untuk curhat kepada saya, meminta
bantuan saya, baik itu pemikiran, saran, maupun.. ya si kecil tadi. Uang.

Saya bersyukur, meskipun saya tidak selalu bisa membantu karena pasang
surut ekonomi, kami masih menjadi tempat curahan hati bagi
saudara-saudara kami tercinta. Meskipun jauh dimata, namun hati tetap
berpadu.

"Mas sayang kalian semua, Ratna, Wulan, Putri, Wahyu, Daffa, bahkan mbak
Yeni sekalipun..."

Betapa banyak di sekitar saya kakak adik namun sering sekali bertengkar
hanya karena masalah uang. Jangankan untuk meminta bantuan satu sama
lain disaat membutuhkan.

Dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena telah diberi pasangan
yang tidak membeda-bedakan saudara, perhatian kepada semua adik-adiknya
(dan kakaknya, tentu). Biarpun istri saya tidak secantik Aishwarya Rai,
tidak selangsing Tamara Bleszynski, tidak sekaya Paris Hilton, terima
kasih ya Allah.

Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang...

CSS.. CSS..

Sebenarnya saya pun sadar, bahwasanya desain menggunakan tabel semakin
banyak kelemahannya kini jika dibandingkan dengan desain menggunakan
CSS. Namun untuk menggunakan CSS ternyata tidak semudah yang
dibayangkan, tidak seperti membalik telapak tangan.

Baru-baru ini saya mengerjakan website BPS Propinsi Bengkulu, saya
mencoba menggunakan CSS untuk menyusun tata letaknya. Namun hasilnya
sangat berbeda-beda pada setiap browser, dan ini seringkali berulang
saat dilakukan perubahan. Jika pada browser tertentu bagus, pada browser
lainnya menjadi kacau.

Hari terus berganti, jam terus berdetik, istri terus pelatihan (hikz!).
Akhirnya saya kembali pada layout berbasis tabel. CSS hanya saya
pergunakan untuk mengatur tampilan/format-format huruf saja.

Kuno kuno deh!