Setelah pertemuan yang singkat dengan adikku (baca postingan saya
sebelumnya), esoknya saya menuju BPS untuk registrasi. Senin pagi saya sudah
berangkat, dengan maksud agar bisa mampir ke Mangga Dua. Rencana sudah
disusun masak-masak dari rumah. Pertama-tama, saya registrasi dulu ke BPS
Pusat. Setelah registrasi selesai, kemudian saya check-in di hotel Alia.
Kemudian, setelah koper bisa diamankan di kamar, baru tancap gas ke Mangga
Dua.
Dari Ciputat, saya diantar Oom ke prapatan Lebak Bulus arah Pondok Indah.
Dengan lincahnya motor yang kami kendarai menyelinap diantara padatnya
kendaraan Jakarta. Oh god! Hampir empat tahun di Bengkulu, saya jadi
tersiksa dengan kemacetan Jakarta. Lucu rasanya, mengingat dulu sewaktu
kuliah saya cukup menikmati kemacetan Jakarta. Setidaknya saya bisa tidur di
tengah-tengah kemacetan itu, dan saat kendaraan sudah mendekati tujuan,
alarm biologis saya akan membangunkan saya agar tidak terlewat (pernah sih,
saat alarm saya ngadat). Naik metromini ke arah Blok M, hati dag-dig-dug
mengingat laptop kantor yang saya bawa.
Sampai Blok M, saya memutuskan untuk menggunakan Busway. Enak juga ternyata,
jika tidak sedang ramai. Sejuk dengan hembusan AC, sapaan ramah operator
yang direkam dalam kaset, dan yang membuat saya terkesan... supirnya wanita.
Bukan saya membeda-bedakan gender, namun jarang sekali supir wanita yang
saya temui.
Turun di pemberhentian Pasar Baru, saya segera menuju BPS Pusat. Namun belum
lagi menapakkan kaki disana, saya bertemu dengan salah satu peserta
pelatihan (belakangan saya baru tahu, namanya mas Musair) dari Palangkaraya.
Katanya semua peserta disuruh langsung check-in di hotel saja. Dan setelah
check-in di hotel, ternyata acara pembukaan baru dimulai besok. Jadilah
rencana saya ke Mangga Dua semakin mulus. Jadilah saya memborong CD Windows
Vista, Ms. Office 2007, XP all in one, dan Winning Eleven untuk adik ipar.
Besoknya pelatihan dimulai dengan pembukaan, biasalah... protokoler gitu.
Belum afdhal rasanya tanpa pembukaan. Setelah itu, acara diisi dengan review
seputar materi program pengolahan SBH 2007 BL (sebut saja BL, biar ringkas).
Well, bagi saya sih ini bukan review lagi. Ini adalah inti materi program
pengolahan BL. Apa saja yang dilakukan para utusan BPS Propinsi Bengkulu di
Pusat sebelumnya, sampai-sampai banyak informasi penting yang tidak sampai?
Mulai dari pisah data, gabung data, sampel pengganti yang masih error
walaupun sudah dientri semua. Hari pertama (kedua, sebenarnya) ditutup
dengan instalasi program pengolahan SBH 2007 S (sebut saja S), yang tidak
jalan. Versi beta, biasa...
Kemudian besoknya, dilanjutkan dengan instalasi (lagi) program S. Sukses,
sebagian besar. Sayangnya, beberapa laptop (termasuk yang saya bawa) error,
terutama bagi yang sudah terinstall PostgreSQL di dalamnya. Dan karena saya
dapat oleh-oleh PR membuat program dengan PHP-PostgreSQL, dari utusan
Bengkulu yang jalan-jalan ikut pelatihan PHP-PostgreSQL, otomatis laptop
saya install PostgreSQL. Program S tidak jalan, dan karena ada programmernya
yah biarlah programmernya yang menyelesaikan.
Klutik-klutik, tangan lincah programmer mencoba menyelesaikan masalah di
laptop. Karena tidak selesai, maka masalah dipending sesudah makan siang.
Setelah makan siang, usaha kembali dilakukan, namun hasilnya masih juga
gagal.Entah karena keterbatasan waktu, atau memang sudah kehabisan akal,
maka dianjurkan untuk uninstall PostgreSQL, baru kemudian proses install
diulang dari awal. Untung saja database saya masih belum fix, jadi tidak ada
masalah kalau perlu diuninstall.
Singkat cerita, saya turut mencoba-coba program S. Ternyata validasinya
masih banyak yang kurang. Saya mencoba menginstall program Client dan Server
dalam satu komputer, jadi sementara ya stand alone dulu. Sebelumnya, demi
kelancaran proses, program BL di-patch agar bisa ekspor data untuk program S
(aah, ini mah bisa-bisanya programmernya supaya nggak langsung ekspor dari
dulu-dulu). Sebelum pulang, diajarkan cara mengganti server agar Client
tidak selalu membaca localhost. Lagi-lagi, tidak jalan.
Saya berpikir, jika yang datang bukan orang yang benar-benar paham,
bagaimana mungkin semua informasi yang didapat kali ini bisa sampai ke
pelaksana kegiatan? Bisa-bisa kegiatan pengolahan akan terhambat hanya
gara-gara pelaksana tidak tahu mengenai fitur-fitur program yang berguna
bagi kelancaran pengolahan. Bagaimana tidak? Dengan program yang relatif
mudah untuk diinstall saja, program BL masih banyak fitur-fitur yang tidak
saya ketahui ternyata ada, tersedia dalam program.
Asal tahu saja, semua program SBH baik BL maupun S, dibuat dengan
menggunakan Clarion. Bedanya, untuk BL dibuat dengan Clarion plus TopSpeed,
sedangkan untuk S dibuat dengan Clarion plus PostgreSQL. Program BL
sebenarnya tidak ditujukan untuk berbasis jaringan, namun bisa diakali
dengan sharing folder di server yang dapat diakses oleh jaringan. Lain
halnya program S, memang ditujukan berbasis jaringan. Namun masalahnya,
Client masih terus mencari server pada localhost.
Hari terakhir, pengurusan SPJ adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh
semua peserta. Dan sebelum pulang, diberikan program baru hasil perbaikan
yang katanya sudah bisa menggunakan satu Server dan banyak Client. Tak lupa
protokoler penutupan, yang sebenarnya para peserta sudah tidak lagi konsen.
Iseng-iseng saya coba lagi program baru tadi (versi final yang akan saya
bawa ke Bengkulu). Saya sudah kehabisan stok rasa terkejut melihat ternyata
programnya kembali tidak jalan.
Otak mulai bekerja, saya lihat di log file installer kalau program membuat
key di registry. So, saya mulai bermain-main dengan regedit dan mulai
mencari key yang berisi "localhost". Ketemu! Saya ganti dengan 100.10.1.100,
kemudian saya jalankan Client program S.
"Could not find database server"
Aha, ketemu sudah solusinya...
(saya pikir-pikir, sebenarnya ada cara yang lebih mudah lagi. Ubah saja
konfigurasi ODBC di Control Panel. Ah, gitu aja kok repot!)