Selasa, 22 Januari 2008

Bye Bye Adobe Reader...

Dulu, saat saya pertama kali menggunakan komputer. Saat melihat file PDF, saya selalu setia dengan program Adobe Acrobat Reader 4.0. Seiring waktu berjalan, saya justru lebih familiar dengan versi 5. Adobe Acrobat Reader 5.5 seolah menjadi sahabat setia saya mengarungi lautan ilmu yang terkungkung dalam bentuk PDF.

Dulu sih welcome saja, karena memang butuhnya itu dan tahunya itu. Tak ada lain.

Kemudian versi terus berubah hingga menjadi versi 6, kemudian versi 7 dan versi 8. Namanya pun berganti menjadi Adobe Reader (tanpa ada kata-kata Acrobat lagi). Dan yang paling terasa bagi saya adalah kebutuhan resource yang semakin menggila. Hanya untuk sekedar membaca saja, kita harus punya komputer canggih, melihat loadingnya yang cantik tapi lemot.

Sekarang, saya menggunakan Foxit Reader untuk membaca PDF. Benar-benar hanya untuk membaca, bukan yang lainnya. Saya bahkan tak sempat melihat logonya saat loading. Tampilannya pun termasuk user-friendly, dengan tidak dibebani hal-hal lain. Iklan yang ada di sudut kanan atas benar-benar kecil (1cm x 5cm), sehingga tidak memperlambat program.

Bye Bye Adobe Reader...

0 komentar: