Melihat kecenderungan saat ini, rasanya ini adalah saat yang tepat untuk mengganti memori. Setidaknya ada dua hal yang menurut saya menjadi alasan kuat untuk mengganti memori.
1. Kebutuhan software yang semakin menggila
Dulu, mungkin tidak pernah kita bayangkan ada PC yang mempunyai memori 1Gb atau lebih. Rasa-rasanya 32Mb saja sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi saat itu. Saya sempat mencicipi komputer Pentium III bersama saat masih di kontrakan menggunakan Windows 98SE dengan harddisk hanya 4Gb dan memori 32Mb, dan rasanya kinerjanya sudah cukup memuaskan. Kemudian setelah saya mempunyai rezeki akhirnya saya membeli komputer sendiri AMD Athlon 1200 menggunakan Windows XP dengan harddisk 30Gb dan memori 128Mb. Itupun bagi saya sudah sangat memuaskan, karena semua game-game bisa saya mainkan mulai dari Age Of Mythology, Neverwinter Night, Ghost Recon, Enclave, dan masih banyak lagi. Saya kemudian menambahkan RAM sehingga menjadi 256Mb, dan performanya sangat memuaskan. Rasanya sudah cukup canggihlah untuk saya sebagai pengguna biasa.
Namun sekarang, semua pembuat software seolah kesetanan membuat software yang tujuan utamanya adalah 'menghabiskan resource komputer', baru tujuan kedua untuk mengerjakan satu tugas tertentu. Sekarang, resource seakan menjadi sesuatu yang tidak memiliki arti. Jangan berharap punya komputer jika tidak memiliki resource yang melimpah. Atau lebih ekstrimnya lagi, jangan berharap punya komputer jika tidak memiliki uang yang berlimpah. Untuk beli perangkat keras yang mempunyai resource melimpah, serta untuk membeli lisensi program-program yang semakin tinggi.
Coba saja lihat, kita bandingkan software-software versi jadul seperti misalnya WinAMP 2.9, Nero 6, MS Office 2000, ACDSee 3.1, dengan versi terakhirnya WinAMP 5, Nero 8, MS Office 2007, dan ACDSee 8 (masih ada versi yang lebih baru lagi!) misalnya. Dulu aplikasi-aplikasi ini datang dengan kekhususan dan spesialisasi sesuai dengan apa yang kita minta. WinAMP hanya untuk mendengar lagu, Nero hanya untuk burning CD, ACDSee hanya untuk melihat gambar. Begitu juga dengan tampilannya, sederhana, mudah dipahami, dan benar-benar simpel sesuai dengan tujuan. Sekarang, WinAMP pun bisa untuk melihat film, Nero bahkan juga bisa untuk memainkan multimedia, ACDSee berusaha untuk bisa mengedit gambar, dan banyak lagi!
Jadi di komputer kita sekarang sebenarnya terinstall banyak junk (kurang cocok jika diterjemahkan sebagai sampah, walaupun mirip). Kenapa? Ya, seperti junkfood yang hanya membuat badan gendut tidak sehat, komputer pun menjadi gendut tidak sehat karena banyak program-program yang sebenarnya tidak berguna (bagi kita) namun ikut ter-install di komputer kita. Apa kita selalu mendengarkan multimedia menggunakan WinAMP, Windows Media Player (masih mungkin), apalagi Nero? Apa ACDSee sudah cukup ampuh untuk mengedit program, atau cuma menambah beban core prosess yang ditempeli aksesoris oleh ACDSee (seperti misalnya pada dialog Open)?
Bahkan terkadang untuk menambah program agar terlihat lebih cantik, akhirnya software requirement menjadi bertambah. MS Office 2007 bahkan mensyaratkan Service Pack 2 jika ingin diinstall pada Windows XP (jangan lupa, karena ia dibangun dengan .NET otomatis memerlukan .NET yang otomatis akan diinstalkan olehnya), sedangkan MS Office 2000 cukup nrimo ing pandum.
2. Harga memori yang semakin murah
Akhir-akhir ini, tren harga memori sepertinya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Saya sebenarnya tidak terlalu intensif dalam memonitor harga semua perangkat keras, khususnya harga memori. Namun dari tawaran-tawaran yang sering saya lihat, nampaknya memang ada penurunan pada harga memori, terutama DDR2. Saya bahkan baru-baru ini membeli memori 1Gb untuk laptop saya hanya seharga Rp 225.000,- saja di Bengkulu. Namun soal harga tentu saja bervariasi bergantung pada banyak hal.
Komponen komputer lain sesungguhnya juga banyak yang mengalami penurunan harga, namun tidak sebesar penurunan harga memori. Harddisk misalnya, sekarang harga per Gb menjadi semakin murah, namun untuk nominal rupiahnya penurunannya relatif kecil. Sementara untuk motherboard, prosesor, nampaknya jangan terlalu berharap. Untuk harddisk dan memori saja, yang penurunannya cukup terasa adalah yang berkapasitas besar. Berarti untuk RAM 128Mb atau 256Mb tidak terlalu terasa penurunannya.
Saya pribadi cukup puas dengan MS Office 2000 dari kantor dan WinAMP 2.9. Biarlah software berjalan seperti apa yang seharusnya mereka diciptakan untuk itu, jangan sampai melenceng tak tentu arah dan bermacam-macam fungsi yang sesungguhnya hanya pengayaan saja. Setidaknya di laptop saya. Jangan sampai memori 1Gb tadi hanya habis untuk hal-hal yang tidak ada faedahnya.
Jadi, saatnya upgrade memori!
Minggu, 27 Januari 2008
Saatnya Upgrade Memori!
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


1 komentar:
Berapa kebutuhan memori komputer anda ? Cari tahu disini
Poskan Komentar