Kemarin saya membeli memori baru merk Visipro DDR2 1Gb. Langsung saya minta tokonya untuk memasangkan di laptop saya. Bukan apa-apa, saya agak kesulitan membuka penutup RAM laptop saya. Jadi daripada patah tutupnya, mending kan diserahkan pada ahlinya (tukangnya, maksudnya.. hehe). Tukang itu dengan sigapnya memasang RAM, namun kemudian dengan katro-nya (o'on gitu maksudnya..) memencet-mencet layar laptop saya. Maksudnya sih, menunjukkan bahwa di BIOS memori baru sudah terbaca.
Ah, yo wis!
Kemudian Windows XP saya boot ulang, karena selalu gagal untuk kembali On dari modus Hibernate. Mungkin karena ada perubahan ukuran memori, sehingga Windows kebingungan saat mengisi memori yang ukurannya jauh membesar dari 256Mb menjadi 1070Mb (1Gb + 256Mb). Setelah boot ulang, Windows menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya meskipun swapfile dan lain-lain yang manual belum berubah.
Akhirnya saya mencoba-coba lagi menggunakan WindowBlinds 5.5 (yang menurut saya lebih baik daripada versi 6-nya) plus skin Aero yang saya cungkil dari Vista Style Pack dulu. Endhaang.. Nendang!
Timbul lagi iseng-iseng untuk mencoba Windows Vista. Saya segera install, format C:, dan (singkat cerita) selesai. Vista dapat berjalan dengan ringan meskipun hanya Celeron. Saya gunakan beberapa lama, sampai saya terheran-heran, untuk OS-nya saja Vista menghabiskan 6Gb lebih. Sehingga partisi yang 9,5Gb hanya tinggal beberapa Giga saja. Waduh, alamat mesti balik nih ke XP. Karena saya berencana menginstall Xubuntu juga, jadi dual OS gitu. Dulu (sebelum upgrade memori) saya pakai BlankOn 2.0 rasanya kok lemot banget. Apalagi saya sudah terlanjur pesan Xubuntu sama DVD Repository-nya Ubuntu di Juragan Kambing.
Singkat cerita, saya restore kembali XP saya dari backup image saya. Kemudian saya customize sendiri, install Sandboxie, AVGFree, WindowBlinds, bla.. bla.. bla. Termasuk saya matikan service-service yang tidak perlu. Tak lupa saya format partisi data saya (data sudah diamankan), karena rupanya Vista membuat direktori khusus yang agak mengganggu jalannya Explorer termasuk Recycle Bin di XP. Sistem berjalan normal.
Kemudian karena ada keperluan, saya menginstall program pengolahan SBH07-S di Celeron ini. Belum sempat install Client, saat install Server (database menggunakan PostgreSQL 8.0), installer dari pusat selalu gagal pada saat proses initdb. Putus harapan, saya restore lagi XP. Kemudian langsung install program pengolahan. Dan berjalan mulus.
Mulus?
Karena penasaran, saya ulangi restore XP lagi. Pikiran saya ada tiga kemungkinan, crack pada WindowBlinds (dasar program bajakan, menyusahkan!), Sandboxie, atau ada service yang perlu namun terlanjur saya matikan. Sebelumnya saya juga pernah mencoba WindowBlinds bajakan versi sebelumnya di komputer lain, dan lucunya gara-gara cracknya yang mungkin ada yang terlewat oleh pembuatnya maka tombol mouse kanan menjadi tidak berfungsi selama menggunakan Windows. Sandboxie adalah program baru yang saya coba, namun sebenarnya tidak memberikan manfaat yang cukup signifikan.
Setelah restore, saya kustomisasi plus install semua aplikasi yang diperlukan. Saya bahkan menginstall juga TinyResMeter, ABs Wallpaper Tray semacam Wallpaper Changer yang dilengkapi Jam Analog sangat sederhana, AVGFree, dan setting Local Security Policy. Namun TANPA Sandboxie, WindowBlinds, dan tidak mengutak-atik Services (toh tanpa diutak-atik pun sudah cukup cepat dengan memori 1Gb lebih).
Saya install program pengolahan, dan semua berjalan mulus termasuk install Client dan patch-patch yang ada. Jadi saya biarkan saja settingan swapfile, dan lain-lain tidak diutak-atik. Walaupun sebenarnya masih agak sedikit penasaran.
Initdb gagal karena Sanboxie, WindowBlinds, atau service yang mati?
Selasa, 22 Januari 2008
Upgrade Memori 1Gb
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
23:59
Label: Komputer, Sehari-hari
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar