Akhirnya setelah lama menunggu, datang juga pesanan saya dari Juragan Kambing. Satu CD Xubuntu Gutsy Gibbon (7.10), distro Ubuntu yang menggunakan Xfce, serta satu set (5 DVD) Repository Ubuntu 7.10 untuk menginstall program-program tambahan. Pesanan dikirimkan melalui TIKI, namun herannya cukup lama juga sampai di tangan saya. Padahal dari Jakarta ke Bengkulu mestinya tidak ada masalah karena sama-sama di ibukota propinsi. Mungkin untuk menekan biaya kirim, jadi menggunakan layanan pengiriman yang paling ekonomis, namun akibatnya ya.. jadi agak lama gitu. Hehe.
Ya sudahlah.
Singkat cerita saya segera bongkar muat paket tersebut. Namun agak kecewa juga melihat hasil burningnya, karena terkesan alakadarnya. Memang sih media yang digunakan adalah Sony, kecuali CDnya yang menggunakan TDK, namun kurang sepadan dengan proses lainnya. CD datang dengan tulisan spidol begitu saja tanpa disertai stiker atau CD label. Kemudian burningnya yang katanya sudah menggunakan DVD Replicator, namun ternyata hampir sama dengan menggunakan DVD Writer. Karena saya membayangkan bahwa hasilnya seperti CD-CD bajakan itu yang sama sekali tidak terlihat jejak track-nya di permukaan CD. O'on juga nih saya. Hehe..
Tapi bagaimanapun juga, saya berterima kasih kepada mereka karena dedikasi mereka yang tinggi dalam memajukan dunia OpenSource di Indonesia kita yang serba kekurangan fasilitas dan dukungan dari pemerintah. Saya nggak bisa membayangkan harus download 5 DVD Repository itu dengan koneksi Telkomnet Instan di kantor yang tat-tit-tut, kadang konek kadang putus.
So, seperti semangat BPS yang mencoba untuk menggunakan software legal, saya sangat bersemangat untuk menginstall Xubuntu. Mengingat dari semua distro yang saya punya, sejauh ini baru Ubuntu dan turunannya (termasuk BlankOn kemarin) yang bisa keluar X di laptop Celeron saya. Ada sih Damn Small Linux yang juga bisa, namun tidak dapat digunakan karena kurang portabel untuk bertukar file hasil kerja dengan komputer kantor.
Saat itu juga langsung saya install Xubuntu, mengingat partisi ext3 bekas BlankOn dulu masih utuh termasuk swapnya. Jadi proses instalasinya lebih nyaman tanpa harus takut partisi hilang. Karena semangatnya, juga karena yakin, saya malah tidak memback-up partisi data saya. Bagi yang belum tahu, installer Ubuntu dan turunannya memiliki program partisi yang agak rumit dan sedikit sekali opsi yang ditampilkan, mungkin karena saya lebih sering menggunakan (menginstall, maksudnya.. hehe) Mandrake.
Ada satu masalah lagi, gimana yah menggunakan DVD Repositorynya? Masa masih harus mengedit file listnya? Cape deeh... Memang, saya bukan pengguna Linux mania.
Kutak-katik-kutak-katik akhirnya ketemu juga caranya lewat Software Resources ada tombol "Add CD". Tapi ternyata harus urut dan tidak boleh error. Terbukti saya dua kali error dan harus mengulang dari awal setelah menghapus /var/lib/apt/cdrom.list dan entry pada /var/lib/apt/lists. Baru pada ketiga kali saya bisa memasukkan lima DVD dengan urut dan tidak error dibaca. Setelah itu, barulah tadi saya sukses menginstall Wine. Nyoba satu program dulu...
Semua tampak OK, tampilan lancar, sound juga bunyi walau Totem belum bisa memainkan mp3. Kartu jaringan juga sudah terbaca. Namun ternyata ada satu yang tidak bisa, modem laptop tidak terdeteksi, apalagi berfungsi. Terpaksa masih pakai XP dikantor untuk ngenet, termasuk nge-blog. Untung kantor ada XP Original. He.
Yah, lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali.
Kamis, 24 Januari 2008
Xubuntu n Repository Pesanan Saya
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
21:59
Label: Komputer, Sehari-hari
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

5 komentar:
saya di bengkulu bos, bisa ga ya saya tolong copy dvd reponya ...hue.he.he...
sekalian sama xubuntu nya...
tolong sekalian alamatnya..
Wah, sayangnya saya justru sedang tidak di Bengkulu mas. Saat ini saya sedang kuliah di Surabaya.
yaaa...he.he..kecewa dunk...
atau ntar klo pulang lebaran dikasih tau ya?....he.he..masih usaha juga
Nanti saya kabari jika sudah di Bengkulu. Tapi gimana cara ngabarinya?
Poskan Komentar