Sabtu, 09 Februari 2008

Format *.docx, gabungan XML dan ZIP

Setelah membaca-baca artikel mengenai Visual Web Developer 2008 Express Edition (VWD2008) yang ditulis oleh Ridi Ferdiana mengenai Hands-On-Lab (HOL) VWD2008, saya tertarik juga untuk mendownload versi lengkap dari HOL tersebut yang katanya ada di blog penulis. Well, sesungguhnya saya bukanlah penggemar berat ASP, terutama karena sampai sekarang saya masih belum ngeh bagaimana cara deployment aplikasinya secara free. Jika dengan PHP, ada puluhan freeware untuk servernya mulai dari yang manual sampai yang otomatis seperti misalnya XAMPP. Sampai sekarang pun, saya masih bingung, VWD2008 memang freeware namun untuk aplikasi servernya sendiri (bukankah harus IIS 6 keatas?) rasanya masih berbayar.

Anyway, saya kepingin belajar VWD2008, tapi bukan itu inti tulisan ini. Setelah saya download versi lengkap HOL tersebut, rupanya tulisan itu menggunakan format *.docx, yang (setahu saya) adalah format baru Microsoft Office 2007. Apa boleh buat, laptop kantor tidak menggunakan Office 2007 sehingga saya harus bersabar menunggu datangnya komputer baru yang rencananya menggunakan Office 2007. Dan, seperti biasa, jika tidak bisa membuka sesuatu, setidaknya bisa mengintip sedikit.



Ternyata file *.docx adalah file yang terkompresi, sama seperti format *.ZIP. Jujur saja, baru kali ini rasanya saya melihat Office -terutama MS-Office- yang menggunakan format yang terkompresi. Namun, untuk format terkompresi itu sendiri saya sudah sering menemui, misalnya format *.wsz (skin pada WinAMP 2.x), format *.wba (style/theme pada WindowBlinds), dan beberapa format lain yang saya ketahui. Didalam file *.docx, sesungguhnya ada file-file lain yang sebenarnya adalah inti dari data yang kita simpan.

Jika kita menyimpan hasil ketikan kita, sesungguhnya kita menyimpan beberapa kategori data (sekali lagi, menurut saya!) yaitu tulisan kita, gambar-gambar yang kita masukkan dalam tulisan, format-format tata letak/layout tulisan kita, dan keterangan mengenai kita dan program Office yang kita pergunakan. Hanya saja, saat saya mencoba melihat secara langsung tulisan HOL tadi langsung pada file XML, sering kata-kata terpecah tidak secara rapi. Misalnya Visual Studio terpecah menjadi V dan isual Studio. Untuk gambar-gambarnya sendiri, tertata apik menggunakan format *.png. Mau lihat-lihat, tapi mata sudah mulai mengantuk..



Saya cukup terharu melihat format file yang rapi menggunakan XML 1.0 dan terkompresi secara rapi. Mengapa? Nampaknya memang Microsoft berusaha agar pengguna rumahan dan internet dapat lebih terkoneksi, salah satunya ya dengan menggunakan format file baru ini. Jika sebelumnya data masih tersimpan dalam bentuk binary, maka sekarang dengan format teks biasa akan lebih mudah diakses dengan menggunakan browser. Dilihat dari segi positifnya, Microsoft berusaha untuk mensinkronisasi layanannya di segala bidang. Mulai dari pengguna rumahan, server, layanan internet, home theatre, bahkan sampai telepon selular pun telah dirambah. Dari sisi negatifnya, Microsoft berusaha mengepung kita dari segala penjuru, sehingga kemanapun kita memandang akan selalu ada brand Microsoft disana. Tinggal bagaimana cara kita melihatnya.

Namun masih ada satu yang membuat saya penasaran -sampai detik ini-, kira-kira apa ya isi HOL yang saya download tadi?

0 komentar: