Tidak terasa, sudah hampir dua minggu laptop saya tidak boot Linux sama sekali, cuma satu kali karena terlambat memilih saat grub tampil. Sebetulnya agak terpaksa juga, karena pekerjaan yang mengharuskan saya untuk menggunakan Windows.
Bagaimana tidak, semua program-program pengolahan yang datang dari pusat pasti berbasis Windows. Malah akhir-akhir ini lebih spesifik lagi, program-program pengolahan berbasis Windows XP untuk Clientnya dan Windows 2000 Server untuk servernya (hehe.. bagaimana kalau tiba-tiba server IBM kantor tiba-tiba rusak yah? Apa bisa dibuatkan program server berbasis Linux ya..). Mudah untuk di-install, (kadang) mudah untuk di-uninstall. Begitu juga isian-isian yang harus diisi yang seringkali berformat *.doc (untung nggak ada yang berformat *.docx), juga laporan-laporan yang berformat *.xls. Jika dicoba untuk menggunakan Linux, terkadang ada format-format yang melenceng dari aslinya.
Apalagi kalau untuk hal-hal yang berhubungan dengan internet, semisal mengambil software dari pusat, update web, cek email, dan sebagainya memang harus menggunakan Windows. Karena sampai sekarang Xubuntu masih gagal mendeteksi WinModem pada laptop saya. Memang katanya sudah beberapa WinModem yang sukses di Xubuntu, namun karena modem saya ber-chipset Connexant (dan perusahaan tersebut masih merahasiakan kode drivernya) maka alternatif terdekat hanyalah menggunakan Linuxant. Katanya kalau gratis kecepatan koneksi dibatasi hanya 12Kbps. Saya coba install, namun ternyata masih tetap tidak bisa mendeteksi modem saya. 'Hampir' bisa, karena seri drivernya berbeda dengan database mereka.
Seperti dua hari yang lalu, saat tiba-tiba saja hape saya berbunyi. Segera saya cek sms paanjang yang ternyata hasil forward dari sms yang diterima kepala kantor. Hari sudah menjelang malam, namun saya harus segera ke kantor untuk mengambil data (lewat internet, tentunya) dari pusat dan diolah untuk besoknya dikirimkan ke kabupaten-kabupaten supaya besoknya lagi data sudah diterima dan dapat dibawa saat RaTek (lagi-lagi..). Malam itu saya segera ambil data dan dipersiapkan untuk keesokan harinya. Ternyata esoknya masih ada format laporan dari pusat yang kurang jelas bagi Kabid Distribusi. Beliau pun menyerahkan data juga berupa CD yang merupakan versi lengkap (raw data yang sudah di-convert), untuk melengkapi format dari pusat tadi. Maka kembali Windows memainkan peran disana.
Well, nanti kalau sudah longgar lah..
Minggu, 03 Februari 2008
Sudah dua minggu tidak ngeLinux
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:53
Label: Komputer, Sehari-hari
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

2 komentar:
hehehe. emang untuk saat ini widos lebih diandalkan. namun kalau semua udah FOSS (termasuk pemerintah tentunya) kita pasti "disibukan" dengan linux. nanti mas bakalan nemu linux setiap saat. sebentar lagi mas... sebentar lagi.. hehehehe
betul juga. akan tiba saatnya ya..
Poskan Komentar