Selasa, 25 November 2008

Jawa Timur Park

Hari Sabtu, 22 November kemarin saya diajak teman-teman pergi ke Malang. Mendadak saja sih, karena sebetulnya saya niat ke kos teman untuk numpang internet. Ternyata justru semua bersiap untuk berangkat. Disana, kami menginap di rumah kawan akrab teman saya, teman beliau saat kuliah dulu. Sebelum pulang, kami sempatkan untuk bermain sebentar di Jawa Timur Park, atau sering disebut Jatim Park.

Jatim Park terletak di Kota Batu. Kesan pertama saya, lumayan juga. Tempatnya teratur, dan mirip-mirip seperti Dufan. Sebelum masuk tak lupa kami berpose sejenak didepan.


Untuk ukuran tempat wisata, Jatim Park termasuk lengkap. Ada 50 venue yang dapat dikunjungi disana, bahkan promosinya setiap tahun akan ditambah 3 venue.


Ini peta yang dipajang di depan pintu masuk Jatim Park. Bisa dihitung sendiri, berapa waktu yang diperlukan jika kita ingin mencoba semua venue.


Sebelum masuk, kita beli karcis dulu. Karcisnya ya, yang melingkar di tangan saya itu..


Berpose di depan gong raksasa.

Sebagai tempat wisata jelas Jatim Park memiliki kelebihan dan kekurangan. Fair enough. Tidak ada sesuatu hal yang tidak mempunyai kekurangan toh? Namun jika dibandingkan dengan Dufan, setidaknya ada beberapa kelebihan Jatim Park dibandingkan Dufan. Setidaknya, Jatim Park memungut karcis masuk lebih murah daripada Dufan.

Bagusnya, Jatim Park menggabungkan unsur edukasi dan entertainment (istilah kerennya edutainment). Di awal-awal anjungan, ada venue khusus mengenai baju-baju daerah di Indonesia, lengkap dengan keterangan singkat yang berkaitan. Juga ada venue mengenai kebudayaan etnik Indonesia, walaupun tidak lengkap. Kemudian ada venue mengenai penemu-penemu terkenal dan hasil penemuannya. Tak lupa ada venue mengenai organ-organ tubuh manusia dan masing masing fungsi/cara kerjanya.

Yang saya suka, justru venue mengenai IPTEK. Disini disediakan banyak alat-alat peraga yang dapat dicoba untuk bermain-main. Pada masing-masingnya disediakan penjelasan mengapa hal-hal ‘ajaib’ bisa terjadi. Fungsi katrol, energi kinetik, daya elektromagnet, dan lainnya dapat diserap anak-anak sambil bermain.

Namun ada juga beberapa kekurangannya, antara lain venue-venue yang ada relatif lebih kecil dibandingkan dengan Dufan. Selain itu, cuaca yang seringkali hujan juga bisa membuat rekreasi menjadi agak terganggu.

Swing Coaster, Jet Coaster, Bombom Car, Kora-kora, Trampolin, cukup banyak juga yang sudah dicoba. Belum termasuk Rumah Hantu, Rumah Pipa, Jalan Sesat. Tadinya kami juga ingin merasakan naik Gokart, namun ternyata tidak termasuk dalam tiket terusan.

Disana, saya sempatkan mengambil beberapa foto. Tidak banyak, karena justru sebagian besar momen yang ada tidak dapat ditangkap kamera. Bukan apa-apa, semua bermain sehingga tidak ada yang bertugas mengambil gambar. Hehehe. Berikut beberapa foto yang diambil:


Pohon ‘bermuka’.


Mas Amir, sedang asyik bermain kartu.


Ini track Swing Coaster yang sempat diambil gambarnya.


Kolam renang, asyiknya disini jika bersama keluarga. Kedalamannya tidak membahayakan.


Mas Rahmat sedang berpose. Perhatikan papan di belakangnya.


Makan-makan sebelum pulang.

0 komentar: