Setelah membaca-baca artikel mengenai Visual Web Developer 2008 Express Edition (VWD2008) yang ditulis oleh Ridi Ferdiana mengenai Hands-On-Lab (HOL) VWD2008, saya tertarik juga untuk mendownload versi lengkap dari HOL tersebut yang katanya ada di blog penulis. Well, sesungguhnya saya bukanlah penggemar berat ASP, terutama karena sampai sekarang saya masih belum ngeh bagaimana cara deployment aplikasinya secara free. Jika dengan PHP, ada puluhan freeware untuk servernya mulai dari yang manual sampai yang otomatis seperti misalnya XAMPP. Sampai sekarang pun, saya masih bingung, VWD2008 memang freeware namun untuk aplikasi servernya sendiri (bukankah harus IIS 6 keatas?) rasanya masih berbayar.
Anyway, saya kepingin belajar VWD2008, tapi bukan itu inti tulisan ini. Setelah saya download versi lengkap HOL tersebut, rupanya tulisan itu menggunakan format *.docx, yang (setahu saya) adalah format baru Microsoft Office 2007. Apa boleh buat, laptop kantor tidak menggunakan Office 2007 sehingga saya harus bersabar menunggu datangnya komputer baru yang rencananya menggunakan Office 2007. Dan, seperti biasa, jika tidak bisa membuka sesuatu, setidaknya bisa mengintip sedikit.
Ternyata file *.docx adalah file yang terkompresi, sama seperti format *.ZIP. Jujur saja, baru kali ini rasanya saya melihat Office -terutama MS-Office- yang menggunakan format yang terkompresi. Namun, untuk format terkompresi itu sendiri saya sudah sering menemui, misalnya format *.wsz (skin pada WinAMP 2.x), format *.wba (style/theme pada WindowBlinds), dan beberapa format lain yang saya ketahui. Didalam file *.docx, sesungguhnya ada file-file lain yang sebenarnya adalah inti dari data yang kita simpan.
Jika kita menyimpan hasil ketikan kita, sesungguhnya kita menyimpan beberapa kategori data (sekali lagi, menurut saya!) yaitu tulisan kita, gambar-gambar yang kita masukkan dalam tulisan, format-format tata letak/layout tulisan kita, dan keterangan mengenai kita dan program Office yang kita pergunakan. Hanya saja, saat saya mencoba melihat secara langsung tulisan HOL tadi langsung pada file XML, sering kata-kata terpecah tidak secara rapi. Misalnya Visual Studio terpecah menjadi V dan isual Studio. Untuk gambar-gambarnya sendiri, tertata apik menggunakan format *.png. Mau lihat-lihat, tapi mata sudah mulai mengantuk..
Saya cukup terharu melihat format file yang rapi menggunakan XML 1.0 dan terkompresi secara rapi. Mengapa? Nampaknya memang Microsoft berusaha agar pengguna rumahan dan internet dapat lebih terkoneksi, salah satunya ya dengan menggunakan format file baru ini. Jika sebelumnya data masih tersimpan dalam bentuk binary, maka sekarang dengan format teks biasa akan lebih mudah diakses dengan menggunakan browser. Dilihat dari segi positifnya, Microsoft berusaha untuk mensinkronisasi layanannya di segala bidang. Mulai dari pengguna rumahan, server, layanan internet, home theatre, bahkan sampai telepon selular pun telah dirambah. Dari sisi negatifnya, Microsoft berusaha mengepung kita dari segala penjuru, sehingga kemanapun kita memandang akan selalu ada brand Microsoft disana. Tinggal bagaimana cara kita melihatnya.
Namun masih ada satu yang membuat saya penasaran -sampai detik ini-, kira-kira apa ya isi HOL yang saya download tadi?
Sabtu, 09 Februari 2008
Format *.docx, gabungan XML dan ZIP
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
0:33
0
komentar
Link ke post ini
Label: Komputer
Minggu, 03 Februari 2008
Sudah dua minggu tidak ngeLinux
Tidak terasa, sudah hampir dua minggu laptop saya tidak boot Linux sama sekali, cuma satu kali karena terlambat memilih saat grub tampil. Sebetulnya agak terpaksa juga, karena pekerjaan yang mengharuskan saya untuk menggunakan Windows.
Bagaimana tidak, semua program-program pengolahan yang datang dari pusat pasti berbasis Windows. Malah akhir-akhir ini lebih spesifik lagi, program-program pengolahan berbasis Windows XP untuk Clientnya dan Windows 2000 Server untuk servernya (hehe.. bagaimana kalau tiba-tiba server IBM kantor tiba-tiba rusak yah? Apa bisa dibuatkan program server berbasis Linux ya..). Mudah untuk di-install, (kadang) mudah untuk di-uninstall. Begitu juga isian-isian yang harus diisi yang seringkali berformat *.doc (untung nggak ada yang berformat *.docx), juga laporan-laporan yang berformat *.xls. Jika dicoba untuk menggunakan Linux, terkadang ada format-format yang melenceng dari aslinya.
Apalagi kalau untuk hal-hal yang berhubungan dengan internet, semisal mengambil software dari pusat, update web, cek email, dan sebagainya memang harus menggunakan Windows. Karena sampai sekarang Xubuntu masih gagal mendeteksi WinModem pada laptop saya. Memang katanya sudah beberapa WinModem yang sukses di Xubuntu, namun karena modem saya ber-chipset Connexant (dan perusahaan tersebut masih merahasiakan kode drivernya) maka alternatif terdekat hanyalah menggunakan Linuxant. Katanya kalau gratis kecepatan koneksi dibatasi hanya 12Kbps. Saya coba install, namun ternyata masih tetap tidak bisa mendeteksi modem saya. 'Hampir' bisa, karena seri drivernya berbeda dengan database mereka.
Seperti dua hari yang lalu, saat tiba-tiba saja hape saya berbunyi. Segera saya cek sms paanjang yang ternyata hasil forward dari sms yang diterima kepala kantor. Hari sudah menjelang malam, namun saya harus segera ke kantor untuk mengambil data (lewat internet, tentunya) dari pusat dan diolah untuk besoknya dikirimkan ke kabupaten-kabupaten supaya besoknya lagi data sudah diterima dan dapat dibawa saat RaTek (lagi-lagi..). Malam itu saya segera ambil data dan dipersiapkan untuk keesokan harinya. Ternyata esoknya masih ada format laporan dari pusat yang kurang jelas bagi Kabid Distribusi. Beliau pun menyerahkan data juga berupa CD yang merupakan versi lengkap (raw data yang sudah di-convert), untuk melengkapi format dari pusat tadi. Maka kembali Windows memainkan peran disana.
Well, nanti kalau sudah longgar lah..
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:53
2
komentar
Link ke post ini
Label: Komputer, Sehari-hari
Ngupdate web yuk, coz mau RaTek
Karena bos-bos pada mau berangkat RaTek ke Jakarta, maka otomatis website yang ada perlu diupdate. Well, sebetulnya secara Job Description sih ini sama sekali bukan tugas seksi saya, namun karena seksi yang 'ketiban' tugas tidak mempunyai kapabilitas yang cukup (hehe, maaf..) ya akhirnya toh saya juga yang mengerjakan.
Emang bener kalo lulusan komputasi STIS tuh kudu bisa multitasking. Bisa mengerjakan tasking seksi Jaringan dan Rujukan Statistik (memperbaiki komputer rusak, mengatur jaringan), bisa mengerjakan tasking seksi Pengolahan (ngentry data, install program-program pengolahan), bisa mengerjakan tasking seksi Diseminasi (buat website, publikasi elektronik), dan juga tasking-tasking normal lainnya (buat publikasi, analisa data), kalau cewek ditambah tasking spesial (cuci piring, nyapu, de-el-el, hehe).
Dan, karena server BPS sementara ini belum diberi fasilitas Server seperti PHP, MySQL -atau mungkin saya yang belum tahu- maka pengerjaannya masih menggunakan HTML biasa. Jadi cukup banyak juga file-file yang harus di-update. Setelah edit web selesai, saatnya file-file di-upload ke server BPS. Namun karena koneksi disini cukup lemot, maka tidak mudah untuk upload dengan nyaman dan tenang. Apalagi tujuh pdf yang dihasilkan seksi Diseminasi berukuran cukup gambot, antara 950Kb sampai 1200Kb. Heran, apa yang dimasukkan sampai file PDF saja bisa berukuran sedemikian besar.
Belum cukup sampai disitu, server BPS juga termasuk cukup sulit untuk dihubungi. Website saya sendiripun sering sekali kedatangan orang-orang yang nyasar saat Googling mencari hal-hal tentang BPS. Oleh karena itu selain harus diupdate malam hari, juga harus dengan FTP yang tepat. Bukan masalah mudah ternyata dalam memilih FTP client yang tepat. Saya coba banyak FTP seperti FireFTP, FTP bawaan Dreamweaver, CuteFTP, dan agak kepayahan juga. Padahal tadinya saya pikir kalau menggunakan FireFTP yang merupakan Add-Ons dari Firefox maka jalannya juga akan secepat Firefox saat browsing. Sampai mbah Gugel memberi saya saran untuk menggunakan GoFTP.
Bukan promosi, namun karena GoFTP bersifat freeware maka saya tertarik untuk mencoba. Apalagi katanya kecepatannya cukup memuaskan. Setelah saya coba, memang kecepatannya cukup lumayan. Update dapat dilakukan dengan lebih tenang, karena kecepatannya cukup memuaskan bagi saya di koneksi lemot ini.
Coba kalau sudah pakai broadband ya..
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:52
0
komentar
Link ke post ini
Label: Komputer, Sehari-hari, Webdesign
Memperbaiki Administrative Tools dan Search Companion
Hari ini, saya ingin download semua email saya di GMail. Sudah banyak sekali email dari forum mengenai teknologi yang saya ikuti, sehingga rasanya lebih baik untuk didownload saja.
Segera saya masukkan flashdisk, untuk menjalankan mail client favorit saya. Saya sudah lama menggunakan Portable Thunderbird dari PortableApps. Sebelum menjalankan Thunderbird, saya terlebih dahulu harus merubah Local Security Policy saya agar dapat menjalankan program dari flashdisk (saya dapat tips dari teman saya Syahrul, agar virus -yang biasanya berupa .exe- tidak dapat dijalankan dari flashdisk).
MMC cannot open the file c:\windows\system32\secpol.msc
Walaah, error lagi. Perasaan sekarang error yang saya temui kok serius-serius ya? Nggak ada yang simpel-simpel aja gitu..
Kebetulan, saya lagi ngupdate web untuk persiapan bos-bos ratek. So, sekalian saya konsultasi sama guru spiritual saya mbah Gugel. Singkat cerita, akhirnya ketemu juga di http://www.justspiffy.com penjelasan masalah saya ini. Rupanya, mungkin saat saya meng-uninstall program tertentu, saya juga meng-uninstall satu dll penting pada komputer saya (makanya jangan install-uninstall program sembarangan, hehe). Saya cek dengan perintah:
dir c:\WINDOWS\System32\msxml3.dll
ternyata masih ada filenya.
Kocaknya lagi, solusinya simpel aja. Saya ketik perintah:
regsvr32 MSXML3.DLL
Saya tutup command prompt, kemudian coba membuka Local Security Policy. Sukses, beres. Saya cek email dengan Thunderbird, update AVG Free saya, kemudian saya rubah lagi Local Security Policy saya. Sekarang tinggal ngupdate web aja.
Dijelaskan juga, bahwa ini bisa juga untuk masalah "A file that is required to run Search Companion cannot be found. You may need to run setup". Jadi saya coba dengan menghapus entry registry yang saya buat kemarin (lihat posting saya sebelumnya), kemudian menjalankan Search. Coba cari beberapa file, dan beres.. fungsi search sudah normal plus search companion jalan. Segera saya ganti si anjing dengan Merlin.
Masuk akal juga, karena file-file Searh Companion berupa file-file XML (BALLOON.XSL dan BAR.XSL) maka karena XMLParser error maka Windows tidak bisa memperlakukan file XML sebagaimana mestinya. Makanya Search Companion juga error.
Ini namanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:52
0
komentar
Link ke post ini
Label: Komputer
Sabtu, 02 Februari 2008
A file that is required to run Search Companion cannot be found - You may need to run setup
Beberapa hari yang lalu, saya memerlukan file contoh surat yang rasanya ada di satu folder tertentu di harddisk eksternal saya. Segera saya pencet tombol sakti si pencari Win+F. Namun layar saya malah mengeluarkan satu pesan yang dodol abiez..
Wee, gimana toh? Kok bisa begini?
Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menghadapi ini. Dulu pernah juga saya alami saat mencicip menggunakan Windows XP Media Center. Cuma, saat itu saya cuma ketawa-ketiwi ngejek. Coz waktu itu lagi sebel karena partisi laptop ilang semua sehingga nggak bisa dipakai (saya akan bahas ini di posting lainnya). Dan solusi paling smart ya.. install ulang, karena waktu itu saya pikir install Windowsnya yang error.
Namun, karena beban tugas yang menumpuk, rasanya kurang pas kalau harus install ulang. Mau recovery juga mustihal, eh, mustahil. Laptop ini lagi saya coba untuk ngentry data SBH-S putaran 2, karena fasilitas gabungnya kurang memuaskan, maka sebelum optimis bisa entry stand alone saya cobakan dulu di laptop. Jika nanti hasil entrynya bisa digabung di server kantor maka proses entry dibantu dengan komputer stand alone, maklum disini jaringannya agak trouble sehingga harus dipisah menjadi dua. Jaringan pengolahan dan non pengolahan.
Maka, saya coba minta tolong ke mbah Gugel. Setelah beberapa lama, saya menemukan beberapa cara yang patut dicoba. Saya coba secara berurutan (menurut pengetahuan saya, saya urutkan dari yang beneran sampai yang akrobat pakai skrip-skrip).
Cara pertama, menurut Microsoft, adalah install ulang Service Pack. Namun, masalahnya laptop ini menggunakan Windows yang sudah ada Service Pack didalamnya, bukan menggunakan Windows lantas diupdate dengan Service Pack. Otomatis, saya tidak ada file Service Pack (catatan: AutoPatcher tidak dihitung sebagai Service Pack). Mau download, kapan selesainya download file ratusan mega begitu pakai Telkomnet Instan?
Cara kedua, install Hotfix Q319949. Kelihatannya enak, simpel. Cuma pas saya mau download, saya malah harus download file lainnya. Karena saya menggunakan Firefox untuk ngenet (pake Internet Explorer, bisa ditinggal buat kopi, nasi goreng malah!), maka saya harus download ActiveX lagi. Wah, malah merepotkan. Akhirnya saya urung. Namun belakangan baru tahu, hotfix itu hanya untuk yang belum pakai Service Pack 1. Lha, saya yang Service Pack 2 saja masih error kok?
Cara ketiga, menginstall lagi file Search Companion yang hilang. Simpelnya, dengan mencari file srchasst.inf di C:\Windows\Inf kemudian install menggunakan file srchasst.inf tersebut. Windows kemudian meminta CD installer untuk mencari file-file yang diperlukan. Saya coba sampai proses copy selesai, saya bahkan restart sampai dua kali sewaktu cara ketiga ini.
Dari ketiga cara tersebut, ternyata tidak ada satupun yang menyelesaikan masalah.
Untunglah saya menemukan (di Google, maksudnya) cara keempat. Dengan sedikit kutak-katik registry, ternyata cukup efisien mengembalikan fungsi pencarian Windows. Masuk ke:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Explorer\CabinetState
kemudian tekan menu Edit>New>String Value. Beri nama "use search asst" (tanpa tanda petik), dan isi nilainya dengan "no" (tanpa tanda petik juga).
Setelah keluar regedit, Win+F tidak error lagi. Hanya saja, tampilannya menjadi seperti pencarian pada Windows 2000. Tanpa "search assistant", yang biasanya sih.. anjing. Well, saya sih tidak ada masalah. Yang penting fungsinya.
Konon error ini keluar karena saat ngenet kita buka-buka menu Search, lalu si asisten tadi gagal menghubungi sa.microsoft.com. File-file seperti BAR.XSL dan BALOON.XSL yang biasanya ada di folder Windows\srchasst\mui\0409 masih nyangkut di Temporary Internet Files. Cuma user-user yang apes aja yang kena.
Contohnya ya.. saya.
Kaciaan deh gwe...
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
22:04
5
komentar
Link ke post ini
Label: Komputer
