Hari Sabtu, 22 November kemarin saya diajak teman-teman pergi ke Malang. Mendadak saja sih, karena sebetulnya saya niat ke kos teman untuk numpang internet. Ternyata justru semua bersiap untuk berangkat. Disana, kami menginap di rumah kawan akrab teman saya, teman beliau saat kuliah dulu. Sebelum pulang, kami sempatkan untuk bermain sebentar di Jawa Timur Park, atau sering disebut Jatim Park.
Jatim Park terletak di Kota Batu. Kesan pertama saya, lumayan juga. Tempatnya teratur, dan mirip-mirip seperti Dufan. Sebelum masuk tak lupa kami berpose sejenak didepan.
Untuk ukuran tempat wisata, Jatim Park termasuk lengkap. Ada 50 venue yang dapat dikunjungi disana, bahkan promosinya setiap tahun akan ditambah 3 venue.
Ini peta yang dipajang di depan pintu masuk Jatim Park. Bisa dihitung sendiri, berapa waktu yang diperlukan jika kita ingin mencoba semua venue.
Sebelum masuk, kita beli karcis dulu. Karcisnya ya, yang melingkar di tangan saya itu..
Berpose di depan gong raksasa.
Sebagai tempat wisata jelas Jatim Park memiliki kelebihan dan kekurangan. Fair enough. Tidak ada sesuatu hal yang tidak mempunyai kekurangan toh? Namun jika dibandingkan dengan Dufan, setidaknya ada beberapa kelebihan Jatim Park dibandingkan Dufan. Setidaknya, Jatim Park memungut karcis masuk lebih murah daripada Dufan.
Bagusnya, Jatim Park menggabungkan unsur edukasi dan entertainment (istilah kerennya edutainment). Di awal-awal anjungan, ada venue khusus mengenai baju-baju daerah di Indonesia, lengkap dengan keterangan singkat yang berkaitan. Juga ada venue mengenai kebudayaan etnik Indonesia, walaupun tidak lengkap. Kemudian ada venue mengenai penemu-penemu terkenal dan hasil penemuannya. Tak lupa ada venue mengenai organ-organ tubuh manusia dan masing masing fungsi/cara kerjanya.
Yang saya suka, justru venue mengenai IPTEK. Disini disediakan banyak alat-alat peraga yang dapat dicoba untuk bermain-main. Pada masing-masingnya disediakan penjelasan mengapa hal-hal ‘ajaib’ bisa terjadi. Fungsi katrol, energi kinetik, daya elektromagnet, dan lainnya dapat diserap anak-anak sambil bermain.
Namun ada juga beberapa kekurangannya, antara lain venue-venue yang ada relatif lebih kecil dibandingkan dengan Dufan. Selain itu, cuaca yang seringkali hujan juga bisa membuat rekreasi menjadi agak terganggu.
Swing Coaster, Jet Coaster, Bombom Car, Kora-kora, Trampolin, cukup banyak juga yang sudah dicoba. Belum termasuk Rumah Hantu, Rumah Pipa, Jalan Sesat. Tadinya kami juga ingin merasakan naik Gokart, namun ternyata tidak termasuk dalam tiket terusan.
Disana, saya sempatkan mengambil beberapa foto. Tidak banyak, karena justru sebagian besar momen yang ada tidak dapat ditangkap kamera. Bukan apa-apa, semua bermain sehingga tidak ada yang bertugas mengambil gambar. Hehehe. Berikut beberapa foto yang diambil:
Pohon ‘bermuka’.
Mas Amir, sedang asyik bermain kartu.
Ini track Swing Coaster yang sempat diambil gambarnya.
Kolam renang, asyiknya disini jika bersama keluarga. Kedalamannya tidak membahayakan.
Mas Rahmat sedang berpose. Perhatikan papan di belakangnya.
Makan-makan sebelum pulang.
Selasa, 25 November 2008
Jawa Timur Park
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
13:02
0
komentar
Link ke post ini
Label: Sehari-hari, Umum, Wisata
Kamu? Kuliah di ITS?
Seorang teman ngakak saat tahu saya sedang kuliah S2 di ITS.
“Kamu? Kuliah di ITS?”
Saya rada kheki juga diledek seperti itu. Maksud kawan saya tadi, kok bisa saya yang notabene slenge’an waktu kuliah dulu sekarang kuliah lagi. Terlebih lagi jurusannya adalah jurusan yang sebetulnya bukan favorit saya. Statistika. Dan juga bukan favorit bagi sebagian besar teman-teman saya. Jika ditanya mereka pasti memilih jurusan ekonomi, atau sosial, termasuk demografi. Beberapa suka komputasi, termasuk saya.
Walau memang kenyataan sih, hehe, memang sebetulnya basis statistika saya tidaklah selengkap kawan-kawan kuliah dahulu yang berbeda jurusan. Bukan apa-apa, kurikulum yang masih dalam tahap penyempurnaan, sedikit banyak berpengaruh pada mata kuliah yang dipaketkan. Dan kebetulan pada paket yang sesuai jurusan saya, beberapa mata kuliah yang menurut saya kritis justru tidak saya dapatkan.
Mata kuliah seperti I/O (input output), Statistika Nonparametrik, Rancangan Percobaan, Ekonometrik, justru terlewat. Namun saya bersyukur masih sempat mendapatkan Multivariate dan Analisis Regresi. Sebagian besar adalah materi komputasi yang (waktu itu) belum terhubung dengan aspek statistiknya. Mengutip istilah Pak Budi (dosen saya sekarang, Dr.Drs. I Nyoman Budiantara, MS) bahwa kami mempunyai alat yang canggih namun tidak bisa memasukkan colokan listrik ke tempatnya. Maka alat canggih tersebut menjadi sia-sia karena tidak ‘terhubung’ dengan semestinya.
Terus terang, kata-kata ini menjadi sesuatu yang.. entah mengapa begitu berkesan bagi saya. Itu adalah tipikal khas orang Indonesia (sebagian besar, tidak semua) yang betul-betul jago namun tidak mengerti filosofi yang seharusnya dipahami. Maka jangan heran jika orang Indonesia begitu canggih, banyak software yang bisa dikuasai, banyak alat yang dapat diutak-atik, dan banyak pula orang-orang yang sanggup melakukannya. Banyak yang bisa memodifikasi, tapi tidak banyak yang dapat menciptakan.
Ah, puitis sekali..
Saya disini betul-betul belajar dari nol lagi. Jangankan filosofisnya, sekarang hitung-hitungannya pun saya mencoba untuk mengerti (walaupun masih juga belum mengerti). Rekan saya mengatakan:
“Tulis saja apa yang kamu pahami, apa yang sudah kamu pelajari, walaupun kelihatannya remeh”
Sampai saat ini saya tidak pernah menggubris perkataannya. Tapi belum terlambat untuk mencoba. Setidaknya coretan-coretan goblok saja. Karena saya tak lagi berurusan dengan komputer, berurusan dengan program, berurusan dengan server, berurusan dengan jaringan.
Setidaknya mencoba.
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
12:59
0
komentar
Link ke post ini
Label: Sehari-hari, Umum
Kamis, 20 November 2008
Blogger Error Pada Custom Domain
Saat saya ingin berpindah kembali ke Blogger dari Wordpress engine saya, saya tidak melakukan banyak hal. Beberapa fasilitas yang ada sangat membantu saya dalam peralihan ini. Walaupun, namanya juga buatan manusia, secanggih-canggihnya pasti ada saja kelemahan yang ditemukan.
Pertama, tentu saja saya mempersiapkan DNS saya pada entry blog.bagusonline.web.id. Settingan awalnya saya forward ke DNS lain, sekarang saya ubah menjadi hanya sekedar CNAME saja. Sehingga blog.bagusonline.web.id hanya sebuah CNAME (canonical name) ke ghs.google.com saja.
Kemudian, langkah kedua adalah merubah setting pada Blogger saya. Saya pilih opsi berpindah ke Domain Kustom, kebetulan setting saya menggunakan Bahasa Indonesia. Disana kemudian tak lupa Google sebagai penyedia jasa menyelipkan sedikit 'iklan' jika menggunakan layanan domain service milik mereka (dengan kata lain, kita membeli domain dari mereka). Karena saya sudah mempunyai domain, maka saya memilih setting lanjut (advanced setting, gitu lah). Disana saya masukkan nama domain saya, kemudian apakah mau menggunakan www atau tidak, kemudian beberapa setting lain yang tidak perlu dirubah-rubah. Saya tidak memilih untuk menggunakan www, karena lucu rasanya membayangkan nama domain www.blog.bagusonline.web.id, hehe.
Sesudah klik 'simpan', kemudian saya tinggal menunggu waktu saja. Propagation delay biasanya satu sampai dua hari (katanya). Sabar saja, orang sabar disayang Allah. Namun sudah satu minggu lebih, setiap saya cek selalu keluar tampilan error 404. Nampaknya Blogger error pada custom domain, pikir saya. Tidak mungkin sudah satu minggu lebih masih menunggu propagation delay. Maka saya coba cari-cari jawabannya. Apalagi ternyata hosting saya pun habis masa berlakunya, tanpa pemberitahuan lebih dulu mereka langsung menghapusnya. Seperti hosting gratisan saja, pikir saya, padahal hostingnya berbayar. Jadilah bagusonline dan blognya sama-sama error. Tapi email masih jalan terus.
Setelah mencari-cari akhirnya ketemu juga triknya. Simpel saja, saya berpindah ke domain Blogspot (jangan lupa Save dulu), kemudian pindah lagi ke domain kustom (Save.. lagi). Memang terlihat seperti ngakalin saja (memang!), namun ternyata berhasil. Tidak lebih dari 15 menit blog saya sudah 100% tune in, dengan Blogger. Menyusul kemudian saya juga pindah haluan untuk domain bagusonline.web.id saya.
Voila, its works!
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:02
0
komentar
Link ke post ini
Label: Sehari-hari, Webdesign
Pindah Haluan...
Buat rekan-rekan yang sering ke blog saya, pasti tahu kalau sekarang postingan saya sudah mulai 'langka'. Bulan-bulan ini betul-betul kering dari postingan sama sekali. Yah, banyak hal sebetulnya kalau boleh dijadikan alasan. Namun sebetulnya kemarin saya sempat posting beberapa kali, walaupun sekarang sudah hilang, termasuk komentar-komentarnya.
Kemarin saya mencoba menggunakan Wordpress sebagai engine blog saya. Dari banyak segi memang kemampuannya cukup powerfull, apalagi karena Wordpress yang saya gunakan dihosting sendiri, bukan share sehingga saya bisa kustomisasi dengan sepuas hati. Plugins, dan tema yang dirasa cocok juga sudah ditemukan. Saya menggunakan Wordpress versi stabil yang diupload sendiri, tanpa menggunakan script-script dari hosting seperti Fantastico dan lainnya. Singkat kata, semua sudah berjalan normal tanpa ada masalah.
Namun ternyata saya harus ke ITS, dan koneksi internet untuk ngeblog berubah dari fasilitas kantor menjadi usaha sendiri. Hehe. Saya biasanya posting di sela-sela pekerjaan saya yang sudah menumpuk, sesekali memang saya posting dari rumah. Awal-awal memang /no problem/, itu saya anggap enteng saja (karena memang bukan permasalahan). Saya masih posting beberapa kali, dan menerima balasan seperti biasa. Termasuk saat saya harus kuliah, juga saat saya dikaruniai buah hati pertama, saya masih sempatkan diri untuk posting. Hanya saja, posting saya hanya saya fokuskan di sini saja. Selain itu awal-awal kuliah dan juga awal-awal menjadi seorang ayah benar-benar menyita waktu dan perhatian saya.
Lama kelamaan, saya rindu satu fitur pada Blogger yang dulu sering saya gunakan. Fitur ini belum sempurna (kalau bisa dikatakan belum ditemukan solusinya) pada Wordpress. Biasanya dulu, saya seringkali mengirimkan posting menggunakan email. Ada beberapa keuntungan yang saya petik. Pertama, koneksi yang diperlukan cukup singkat, yaitu hanya saat mengirimkan email. Kedua, isi postingan bisa saya persiapkan dulu (saya menggunakan Portable Thunderbird untuk sehari-hari), sehingga jika pas online cukup tekan /send/ saja. Ketiga, saya bisa posting di beberapa blog sekaligus. Maka jika update blog cukup sekali proses, beberapa blog langsung terupdate.
Ada juga kerugiannya sih, walau saya kurang begitu terpengaruh. Pertama, ada blog yang tidak bisa disisipi gambar jika hanya via email. Kedua, karena jarang login maka komentar-komentar yang masuk mungkin tidak langsung terakomodir. Namun saya masih mendapat pemberitahuan via email jika ada komentar masuk, jadi sebetulnya hal itu tidak masalah.
Anyway, karena saya seringkali merasa 'ribet' jika harus login dulu, klak-klik dulu, baru kemudian posting, maka saya mulai mempertimbangkan untuk kembali lagi ke Blogger. Yang perlu dipertimbangkan juga, beberapa posting saya saat menggunakan Wordpress pasti akan hilang. Karena saya tidak berhasil menemukan cara untuk 'transfer' posting dari Wordpress ke Blogger. Kasus sebaliknya justru simpel, karena Wordpress sudah memfasilitasi hal tersebut. Apalagi ada beberapa posting yang sesungguhnya 'bersejarah', karena momennya tak akan pernah terulang lagi.
Dengan pertimbangan yang cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk pindah lagi ke Blogger. Konsekuensinya ya, seperti yang saya sebutkan tadi. Jika ada waktu, mainlah ke blog saya.
Dikirim oleh:
Bagus M Nur S
Jam
11:01
0
komentar
Link ke post ini
Label: Sehari-hari, Webdesign
