Kemarin, rencananya saya ingin cek komputer yang kata kawan saya bervirus. Ia mengeluh setiap membuat file autorun pasti tidak berhasil, dan dugaannya karena ada virus pada PC tersebut. Dari rumah saya sudah membawa beberapa amunisi untuk tujuan itu, well prepared lah. Namun ternyata kesibukannya membuatnya lupa akan keluhannya, dan ia terus bekerja. Otomatis saya urung melihat komputernya.
Melihat saya nganggur begitu, bos saya langsung 'memberi pekerjaan', hehe. Katanya server lama sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi. Ternyata kami mendapat dropping server lagi dari pusat, masih menggunakan IBM. Katanya, sejak gempa (berarti tidak lama setelah saya tugas belajar) server tidak dapat hidup lagi. Wah, sia-sia dong upgrade kemarin. Lantas mau diapakan memori 2Gb dan harddisk 300 giga lebih?
Sebelumnya, bos saya dapat kabar bahwa di propinsi lain ada juga yang servernya rusak. Dan saat perlu penggantian komponen, biayanya sekitar 6 juta rupiah. Bos saya bingung juga membayangkan seandainya kasusnya sama dengan disini ("duit dari Hongkong?"). Kawan saya memberi informasi bahwa itu hanya karena harddisknya yang kendor. Jika dipasang agak dipaksa (sampai bunyi -JEGREK!-, begitu) katanya normal seperti biasa. Well, informasi tambahan untuk troubleshooting nih.
Saya nyalakan, memang benar server tidak bisa berfungsi. Masih dapat booting, namun selalu gagal saat POST test. Server kami adalah IBM, tepatnya model eServer xSeries 225. Dulu, biasanya server selalu dalam keadaan terkunci. Untungnya, pengunci pada server dulu sudah saya buka sebelum berangkat. Kalau tidak, wah terbayang deh pasti harus merusak casing untuk bisa utak-atik komponen.
So, berdasarkan informasi awal dari teman saya tadi saya troubleshooting berbasiskan harddisk. Terlalu panjang untuk diceritakan, yang pasti tidak sampai bunyi JEGREK!!! Hehe. Herannya, setelah berulangkali tetap saja selalu keluar pesan yang sama seperti tadi. Pesannya selalu
menunjuk pada ServeRAID Slot 4 yang error. Ini melunturkan cerita kawan saya tadi, dan saya justru mulai curiga pada Controller.
Dan akhirnya saya mempunyai dugaan baru, bukan tidak mungkin error yang dicari-cari adalah pada ServeRAID-5i Controller. Dipersempit lagi, dugaan saya bisa karena petir, listrik statis, atau karena salah posisi. Well, mungkin saja. Bengkulu (sebagian besar) adalah daerah pesisir pantai, bahkan bentuk propinsinya pun memanjang di sepanjang pantai. Disini, gempa adalah hal yang lumrah. Demikian juga dengan hujan badai, anginnya, petirnya, cukup beresiko.
Satu hal yang pasti, kalau memang karena petir ya pasrah sajalah. Pasti ganti komponen...
Setelah beberapa kali troubleshooting, termasuk discharge listrik statis yang mungkin ada, akhirnya cerita ini berakhir dengan bahagia. Server bisa berfungsi lagi, tampilan desktopnya bahkan sama persis seperti saat saya tinggalkan (jangan-jangan tidak pernah dipakai, hehe). Bukan apa-apa, masalahnya data-data banyak saya simpan disana (dan pada harddisk eksternal, namun hilang dicuri orang). Apalagi fasilitas redundant seingat saya tidak digunakan, supaya kapasitas harddisk menjadi besar.
Nampaknya benar dugaan saya, karena listrik statis DAN gempa...


0 komentar:
Poskan Komentar