Saat ini saya sedang berada di Bengkulu, di rumah bersama istri tercinta dan buah hati tersayang. Karena terbiasa menjalani tugas belajar, waktu yang ada kini terasa sangat berharga untuk dihabiskan bersama keluarga. Liburan yang lumayan lama, tiga minggu, membuat saya (dan teman-teman) tak perlu berpikir panjang untuk pulang kampung. Memang kebersamaan
adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, meskipun terkadang merepotkan. Seperti sekarang, baru saja saya selesai memasang tombol [Shift] saya yang mental gara-gara direcoki buah hati tersayang. Asal jangan sampai mematikan kreativitas anak.
Dengan intro seperti itu, jangan bayangkan selama liburan saya menikmati bercengkrama dengan keluarga dirumah setiap saat. Selama liburan ini, saya justru... ikut ngantor. Maklum, jarak rumah ke kantor tidak terlampau jauh. Lagipula, selama istri kerja maka anak saya dititipkan ke tetangga. Jadi mau apa saya dirumah sendiri saja? Selama beberapa hari dicoba 'ngendon' dirumah, toh lebih banyak waktu bengongnya.
Kembali ke kantor, maka kembali utak-atik masalah komputer, jaringan, dan sebagainya. Setting printer, scan virus, program publikasi elektronik, termasuk wireless. Ya, kantor saya baru saja instalasi VPN, dan kemudian ada inisiatif untuk instalasi Wireless LAN. Well, soal scan
virus saya masih berhutang pada teman nih. Ada satu komputer yang tidak mempan menggunakan PCMAV, tapi lebih lanjutnya nanti saja.
Saat saya kesana, instalasi sudah selesai secara fisik, semua sudah terpasang secara rapi dan profesional oleh kedua kawan saya (mas Ari dan Tama). Anyway, saat diutak-atik ternyata setting yang digunakan adalah default bawaan. Access Point menggunakan D-Link DWL-G700AP. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kondisi ini, hanya saja settingan bawaan
adalah settingan yang 'cari aman' sehingga tidak mengoptimalkan bandwith maupun kapasitas jaringan.
So, setelah beberapa kali reset dan setelah beberapa kali utak atik bersama mas Ari, akhirnya AP dipecah menjadi dua Wireless Network (kenapa tidak menggunakan modus repeater? Atau, kenapa tidak mengaktifkan fasilitas roaming? Yah, singkatnya... sepakatnya begitu). Untuk memudahkan, IP AP diganti ke Network Class yang sesuai dengan jaringan. Wizard yang ada sudah sangat membantu mempersingkat waktu setting.
Basically, stepnya simpel saja:
- Setting IP default DWL-G700AP adalah 192.168.0.50, maka IP komputer harus dirubah dalam satu Class (IP 192.168.0.x dan Netmask 255.255.255.0).
- Browsing ke http://192.168.0.50/ dan login sebagai admin.
- Gunakan Wizard untuk setting password (menurut saya sih, tidak perlu), SSID, enkripsi, dan Channel yang digunakan (bisa auto, tapi saya lebih percaya manual).
- Kemudian manual setting parameter LANnya (IP, Netmask, Gateway, dan DNS). Jika perlu, sekalian setting DHCP Server (saya lebih suka static).
- Setelah inisiasi ulang (otomatis) maka AP sudah disetting.
Pengalaman saya sih, ada beberapa yang perlu diperhatikan. Pertama, saat akan reset AP tekan tombol reset kurang lebih 30 detik (sepuluh detik ternyata terkadang belum cukup), apalagi jika baru pertama kali reset. Jangan remehkan masalah reset, hehe, saya sempat juga mengalami trouble saat reset Access Point D-Link DWL-G700AP tersebut. Kemudian sepertinya lebih bijaksana jika setting AP menggunakan kabel jaringan langsung dari laptop/PC kita. Sometimes, jika lewat wireless updating terkadang gagal. Ini terutama saat kita mengganti IP AP. Satu lagi, perhatikan guideline saat memilih channel.
Anyway, saat dipasang oleh kawan saya, karena satu dan lain hal salah satu AP direset kembali. Sepertinya masalahnya adalah crimping yang tidak sempurna, maka sedang dicarikan kabel kembali (lumayan panjang juga, sekitar 20 meter). Karena tempat, maka saya setting via wireless. Jalan juga sih, tapi saya agak curiga dengan setting IPnya karena hanya via wireless. Yah, semoga saja tidak menjadi masalah.
Tinggal scan virus nih besok…


0 komentar:
Poskan Komentar